Ads Top

Proyek MK-ULTRA : Program Pengendalian Pikiran Milik CIA

Pernah mendengar lagu grup band Muse yang berjudul MK ULTRA? dari lagu ini kita akan tercengang dengan liriknya yang mengadung hal kontoversial. Ada apa dengan MK ultra. Penasaran Anomali X-file mencoba membedahnya.


Apa itu MK-ULTRA?

Project MKULTRA adalah sebuah proyek gelap CIA, badan intelijen Amerika Serikat pada awal tahun 1950-an dan berakhir di akhir tahun 1960-an. Proyek ini bertujuan untuk mencari cara untuk mengendalikan pikiran seseorang, mulai dari memberikan informasi terdalam hingga melakukan apapun yang diperintahkan layaknya robot serta untuk menyaingi kemampuan KGB, badan intelijen Uni Soviet pada masa itu, dan Korea Utara untuk membaca pikiran seseorang hingga yang paling rahasia sekalipun.

Berkas persetujuan Project MK Ultra yang telah ditanda tangani oleh Dr. Sidney Gottlieb, Psikiater Militer Amerika Serikat.

Subyek yang digunakan pada proyek ini berkewarganegaraan Amerika Serikat dan Kanada. ada yang mengalami trauma, amnesia, lupa ingatan, dan ada juga yang meninggal selama proyek dan kematiannya sangat dirahasiakan hingga sampai saat ini tidak ada yang mengetahuinya.

Percobaan ini menggunakan berbagai metode, mulai dari Hhipnotis, ‘Phychic Driving’, hingga penggunaan zat kimia mulai dari LSD (English : Lysergic Acid Diethylamide, Indonesia : Asam Lisergat Dietilamida), Amfetamin IV dan Barbiturate IV, hingga Mariyuana, Morfin, dan Heroin.

Dan jika mengutip dari teks di atas, dari liriknya pun dapat menggambarkan keadaannya, seperti contoh di bawah ini.

The wavelength gently grows
Coercive notions re-evolve
A universe is trapped inside a fear
menceritakan ketika seseorang subyek sedang diuji coba dengan metode Psychic Driving.

It resonates the core
Creates unnatural laws
Replaces love and happiness with fear
menceritakan efek dari Psychic Driving, yaitu amnesia, lupa cara berbicara, orang tua, relasi, dll.

How much deception can you take
How many lies will you create
How much longer until you break

menceritakan seberapa tahan CIA bisa menahan dobrakan dari luar yang selama ini telah curiga dengan aktivitasnya yang aneh dan, juga, berbahaya.

You mind’s about to fall
Menceritakan ketika para ilmuan Project MK ULTRA mulai kehabisan pikiran akan metode apa lagi yang harus diberikan guna mencapai tujuan dengan waktu yang singkat, mulai dari ‘mengekspor’ proyek ke daratan Kanada hingga pemberian obat-obatan secara overdosis kepada subyek.

And they are breaking through
Menceritakan ketika proyek ini terbongkar ke publik, walaupun tidak semuanya terungkap. FYI, Project MKULTRA terbongkar pada tahun 1975 oleh U.S. Congress, yang terdiri dari Church Committee dan Rockfeller Commission, setelah pada tahun 1973, Direktur CIA, Richard Helms memerintahkan untuk memusnahkan semua dokumen mengenai Project MK ULTRA.

Invisible to all
The mind becomes a wall
All of history deleted with one stroke
menunjukkan bahwa hampir semua subyek yang diteliti oleh CIA dalam proyeknya tidak mengetahui sama sekali hal tersebut. walaupun demikian ada juga sedikit orang yang masih mengingat sebagian dari kegiatan tersebut.

Now we’re falling, We are losing control
Tak lain merupakan sebuah kejadian dimana ilmuwan dari Project MK ULTRA, Frank Olson, menjatuhkan dirinya dari hotel berlantai enam dan diduga dibunuh dengan cara memasukkan LSD kedalam dirinya secara tidak sadar dan mengendalikan diri Frank Olson oleh agen CIA untuk menjatuhkan diri, karena orang-orang CIA khawatir jika dia hidup maka seluruh Program Senjata Biologis Amerika Serikat, termasuk MKULTRA akan bocor ke masyarakat.

Psychic Driving adalah metode yang dikeluarkan oleh Donald Ewen Cameron, ilmuwan asal Kanada. Metode ini dimulai ketika subjek dibuat koma hingga beberapa lama, bahkan ada satu kasus yang lama komanya hingga beberapa bulan, dan dipasang sebuah kaset atau suara yang disetel dengan nada melengking dan dipasang berulang kali. isi dari suara tersebut adalah sebuah sesuatu semacam statement dan hal tersebut berefek samping beberapa kesalahan dalam pergerakan motorik, ada yang remanen bahkan ada juga yang permanen.

Dalam video klip, mungkin bisa dikatakan jauh melenceng dari lirikya, tetapi tetap sama dalam hal tujuan Muse yang sebenarnya, mengubah dunia dengan musik mereka. Disini menceritakan tentang human trafficking, yang memang diangkat MTV dalam progam MTV EXIT dengan membuat video klip dengan beberapa band ternama seperti Radiohead, The Killers, dan Muse.

Di bagian awal kita bisa lihat seorang wanita muda sedang berbelanja dengan damainya di sebuah supermarket. Lalu diperlihatkan seorang anak kecil dengan wajah polosnya digiring untuk bekerja bersama beberapa anak lainnya. Di scene berikutnya terdapat di sebuah diskotik. Seorang pelanggan sedang memilih salah satu barang dagangan yang disediakan disana. Saat itu juga ditampilkan latar belakang PSK tersebut menekuni pekerjaan itu dengan terpaksa karena kesalah-pahaman.Setelah melayani pelanggan tersebut, uang penghasilannya pun masih direbut oleh mucikari yang menaunginya. 

Di adegan berikutnya lagi, seorang majikan menyiksa pembantunya yang berasal dari luar negeri. Diperlihatkan juga saat-saat dia di pelatihan para tenaga kerja, dimana dia merasa tersiksa dengan keadaan itu. Setelah itu dia dihukum dengan dikurung di kamarnya. Dilihatnya jalanan, dimana banyak orang masih bisa hidup dengan bebasnya, tanpa tekanan, ancaman, atau lainnya. Di akhir video pun terdapat kutipan: Some things cost more than you realize

“MK-ULTRA Project” dan Fenomena Halusinogenik

MK-ULTRA Project kemudian menghasilkan sebuah formulasi obat bius yang dikenal sebagai LSD. Di era tahun 70-an, LSD juga sangat erat berkaitan dengan kehidupan kaum hippies dan flowers generations yang menentang keras adanya perang Vietnam. Simbolnya sangat terkenal: sex, drugs, and rock&roll. Namun yang menjadi pertanyaan mengganjal di benak saya adalah apakah memang ada keterkaitan antara proyek ini dengan munculnya para kaum hippies tersebut, lalu apa keterhubungannya dengan maraknya pemakaian obat bius di kalangan serdadu US di Vietnam, lalu apa keterkaitannya dengan munculnya drug lord semacam Khun Sa di Kamboja, dan maraknya peredaran obat bius di kawasan Asia Tenggara dan Amerika Latin.

Sisi non-humanis yang muncul dari proyek ini adalah pengambilan sample manusia secara random (baik ia sadari maupun tidak) untuk menjadi “kelinci percobaan”. Bahkan, dalam ulasan wikipedia itu, disebutkan bahwa salah satu “korban” dari proyek ini adalah Frank Olson, seorang biological weapons researcher Amerika. Ia diberikan LSD secara tidak ia sadari, dan kemudian melakukan bunuh diri seminggu setelahnya setelah mengalami depresi halusinasi hebat. Sisi halusinogen yang mendominasi pikirannya lah yang membuatnya ia melompat dari lantai 10 di sebuah gedung bertingkat di New York.

Hal ini mengingatkan kita akan fenomena peredaran obat bius di Indonesia, khususnya di Jakarta. Berbagai jenis obat bius, dari yang bersifat anti depresan hingga yang bersifat stimulatif, beredar dengan bebas. Dahulu, sekitar 4 tahun silam, saya menyaksikan langsung bagaimana dampak negatif dari obat bius ini memakan habis kehidupan teman-teman sepermainan saya. Beberapa ada yang bertahan dengan mengikuti serangkaian proses rehabilitasi, akan tetapi tidak sedikit pula yang kehidupannya justru makin terpuruk karena tubuhnya tidak mampu lepas dari godaan zat halusinogen tersebut. Ilustrasi dampak LSD yang diceritakan oleh Wikipedia ini sangat serupa dengan apa yang saya saksikan 4 tahun silam. Sangat mengenaskan, tetapi saya belum bisa melakukan apapun untuk mencegah dampak negatif tersebut.

Sepertinya ada argumen yang berada di balik maraknya peredaran obat bius tersebut. Tadi malam, saya melihat berita tertangkapnya seorang bandar narkoba yang akan mencoba untuk mengekspor ampethamine sebagai bahan baku ecstassy ke Australia. Nilai seluruh transaksinya tidak main-main: sebesar 30 trilyun 400 milyar rupiah. Bisa membeli satu pulau kecil di pasifik selatan. Selama 2 bulan terakhir, media juga getol memberitakan adanya 2 penggerebekan pabrik ecstassy di Indonesia, yang diklaim sebagai yang terbesar di seluruh kawasan Asia Tenggara. Saya makin penasaran untuk meneliti jaring peredaran obat bius di kawasan Asia Tenggara ini.

Apabila ditarik ke dalam pembahasan akademis, isu ini memang masih berada dalam koridor “grey-area phenomena“, sehingga argumentasinya pun masih bersifat sangat vague. Sebabnya adalah minimnya referensi yang membahas topik peredaran obat bius, dan juga isu-isu keamanan non-konvensional lainnya seperti arms smuggling, human trafficking dan money laundring. Dunia akademis menuntut adanya sebuah analogi induktif yang berangkat dari sintesa yang telah ada sebelumnya. Permasalahan peredaran obat bius di kawasan Asia Tenggara menjadi sebuah anomali karena sulitnya untuk mendapatkan data akurat mengenai siapa pemasok utama, berapa jumlah obat bius yang masuk ke Indonesia, dan jaringan-jaringan apa saja yang terlibat.

Asumsi saya kemudian mengarah pada penjelasan dari seorang teman yang pernah bergelut di wilayah abu-abu ini. Ia menceritakan bahwa terdapat 3 tipe dolar yang diedarkan di Asia Tenggara. Pertama, dolar putih. Katanya, dolar ini merupakan uang yang beredar di masyarakat setiap hari dan menjadi alat transaksi umum. Kedua, dolar hitam. Dolar ini menurutnya berasal dari transaksi-transaksi perjudian. Dolar tipe ini biasanya akan berlanjut untuk transaksi money laundring. Dan ketiga, dolar abu-abu. Dolar inilah yang menurut penuturannya berasal dari transaksi obat bius yang beredar setiap hari di kawasan Asia Tenggara. Menariknya, dolar abu-abu yang termanifestasi melalui transaksi obat bius ini merupakan transaksi yang paling “ramai” di Asia Tenggara. Nilai nominal transaksi amphetamine ke Australia seperti yang diberitakan oleh media saja sudah bisa membeli sebuah pulau kecil di Pasifik Selatan. Bagaimana yang tidak ter-cover? Mungkin bisa buat beliin cendol satu provinsi, selama 7 tahun gak putus-putus. hehe.

Asumsi saya kemudian berlanjut mengenai apakah memang Asia Tenggara dikondisikan sebagai lahan yang subur untuk berputarnya uang abu-abu ini, khususnya dalam hal peredaran zat halusinogen? Asumsi ini berangkat dari adanya sejarah MK-ULTRA Project di US, dan munculnya Khun Sa di Kamboja sebagai druglord yang dahulu pernah mendapatkan pelatihan khusus dari CIA untuk menangani ancaman Komunis di kawasan Vietnam Utara. Masalah ini tetap menjadi anomali mengingat belum banyaknya literatur yang membahas secara konkret. Wilayah permasalahan ini masih berada dalam wilayah konspiratif, seperti halnya MK-ULTRA Project yang oleh sebagian kalangan juga disebut sebagai sebuah konspirasi.


Ilmu pengetahuan empirik belum berhasil membuktikan bagaimana kinerja peredaran obat bius di Asia Tenggara ini berjalan. Kondisi anomali yang dimunculkan oleh permasalahan ini menjadi trigger akan munculnya berbagai halusinasi konspirasi bagi beberapa kalangan, yang kemudian mengarahkan fenomena ini menjadi sebuah fenomena yang halusinogenik. Konspirasi menjadi layaknya sebuah zat halusinogen yang menghantui upaya pembuktian induktif dari suatu anomali. Bahkan, hakikat konspirasi itu sendiri pun patut dipertanyakan. Apakah konspirasi juga merupakan bagian dari sebuah konspirasi? Hanya Yang Maha Tahu-lah yang mengetahui hal ini. Kita hanya berupaya untuk tidak terjebak dalam main-set halusinogen tersebut, dan terus mencari argumentasi rasional yang menopangnya untuk dapat mengangkat masalah ini ke tataran non-halusinogenik.

Bagaimana metode yang digunakan dalam Proyek MK-ULTRA?

Yang menarik adalah mengetahui beberapa metode yang digunakan dalam proyek ini. Menurut indocropcircles.wordpress.comBanyak metode yang dijalankan dalam proyek ini yang bertujuan untuk merusak cara berfikir dan mengubah cara hidup serta perilaku korban dan dapat berimbas ke orang lain disekitarnya. Diantara metode dan bahan yang paling sering digunakan MKUltra dalam proyek ini adalah:

Menggunakan LSD (Lysergic acid diethylamide), yaitu merupakan suatu jenis narkotika kimia yang bersifat halusinogen. Obat ini bersifat psikedelik dari keluarga ergolina. Diharapkan dalam mengubah pola pikir, sifat, sikap, perilaku atau kelakuan korban.

Bahan Kimia Lainnya, yang dapat mempengaruhi kemampuan otak, mengubah cara kerja otak dan mengubah cara berfikir manusia.

Metode hipnosis, atau di Indonesia sering disebut hipnotis, adalah suatu kondisi mental (menurut state theory) atau diberlakukannya peran imajinatif (menurut non-state theory). Orang yang melakukan proses hipnosis (memberikan sugesti) terhadap subjek disebut hipnotis (bahasa inggris: hypnotist).

Hipnosis biasanya disebabkan oleh prosedur yang dikenal sebagai induksi hipnosis, yang umumnya terdiri dari rangkaian panjang instruksi awal dan sugesti. Sugesti hipnosis dapat disampaikan oleh seorang hipnotis di hadapan subjek (misal melalui iklan, bacaan atau berita), hipnosis sebagai bentuk hiburan bagi penonton dikenal sebagai Stage Hipnosis.

– Metode mengurangi sensorik (sensory deprivation), atau isolasi persepsi adalah penurunan disengaja atau penghapusan rangsangan dari satu atau lebih indera. Alat sederhana seperti penutup mata dan penutup telinga bisa memotong penglihatan dan pendengaran, sedangkan perangkat lebih kompleks juga dapat memotong indra penciuman, sentuhan, rasa, thermoception (heat–sense), dan ‘gravitasi’.

Kekurangan sensorik telah digunakan dalam berbagai alternatif obat dan dalam eksperimen psikologis. Kekurangan sensorik dapat digunakan juga dalam tindakan seksual untuk menghasilkan perasaan represi atau membuat indera lain yang lebih sensitif, misalnya merasa sentuhan bisa lebih kuat jika penutup mata sedang digunakan.

Metode isolasi, dengan menempatkan korban dalam suatu ruang atau tempat yang dapat mengisolasikan diri mereka oleh kehidupan luar. Cara ini dapat mengubah pikiran orang itu agar dapat lebih dikendalikan, menyerah atau kehilangan harapan dan diharapkan manusia itu dapat disetir ibarat budak mereka.

Metode pelecehan verbal / lisan (verbal abuse), juga dikenal sebagai mendzolimi, digambarkan sebagai pernyataan mendefinisikan negatif kepada korban atau sekitar korban, atau dengan menahan respon apapun itu hingga mendefinisikan atau menganggap targetnya bagai tidak ada. Jika pelaku tidak segera meminta maaf dan menarik kembali pernyataan mendefinisikan, hubungan akan mungkin menjadi kasar secara verbal.

Misalnya, di sekolah seorang anak muda dapat menikmati pelecehan verbal – intimidasi (yang sering memiliki komponen fisik) untuk mendapatkan status sebagai superior kepada orang yang ditargetkan dan untuk ikatan dengan orang lain terhadap target. Umumnya pengganggu tahu ada cara lain untuk menghubungkan secara emosional, yaitu, terikat dengan orang lain.

MK Ultra melakukannya melalui pidato, ceramah, iklan radio dan TV, musik, nada instrumen, penggunaan frekuensi tertentu, suara rangsangan terhadap emosi dan otak serta jenis-jenis doktrin lisan lainnya yang dapat mengubah persepsi, cara pandang dan mengubah cara berfikir korban.

Pelecehan seksual (sexual abuse), memaksa perilaku seksual yang tidak diinginkan oleh korban yang dilakukan secara spontan atau tiba-tiba, berlangsung singkat, atau jarang, hal itu disebut juga sebagai serangan seksual. Sedangkan pelakunya disebut sebagai pelaku pelecehan seksual (sexual abuser). Ketika korban lebih muda dari usianya, ini disebut sebagai pelecehan seksual anak (child sexual abuse).

Metode ini dijalankan untuk mengharapkan merusak perilaku suatu komunitas, karena sang korban menjadi anti-pati dan kasar serta psi-co terhadap orang (jika ia tak suka), atau menjadi peleceh seksual, menjadi pelakunya, bahkan menjadi penjaja seks untuk generasi berikutnya (jika ia suka). Dan hal ini akan secara sendirinya terus berlanjut pada generasi mendatang.

Mengapa disebut jahat?

Proyek MKULTRA melibatkan penggunaan banyak metodologi untuk memanipulasi keadaan mental individu dan mengubah fungsi otak, termasuk pemberian secara diam-diam dari obat-obatan dan bahan kimia lainnya, mengurang fungsi-fungsi sensorik, isolasi, pelecehan seksual dan verbal. MK-ULTRA Project kemudian menghasilkan sebuah formulasi obat bius yang disebut sebagai LSD. Saking rahasianya hanya mereka yang berada di eselon atas CIA yang mengetahui proyek rahasia itu. 

Ketua Proyek MKULTRA adalah seorang kimiawan CIA bernama Sidney Gottlieb. Dalam kesaksian di kongres, Gottlieb, yang meninggal pada tahun 1999, mengakui bahwa CIA memberikan LSD kepada sebanyak 40 subyek secara diam-diam, termasuk narapidana dan pelanggan rumah bordil dan setidaknya satu peserta meninggal yaitu Frank Olson, seorang biological weapons researcher Amerika. Ia diberikan LSD secara diam-diam, dan kemudian melakukan bunuh diri melompat dari lantai 13 di sebuah gedung bertingkat di New York seminggu sesudahnya setelah mengalami depresi dan halusinasi hebat. 

Richard Helms, Direktur CIA dan kepala arsitek program, memerintahkan penghancuran semua catatan MK - ULTRA sesaat sebelum meninggalkan kantor pada tahun 1973. tapi beberapa dokumen yang tertinggal dan terungkap pada tahun 1970-an. Pada tahun 1975, Komite Gereja, yang dipimpin oleh Senator Frank Church , dan komisi yang dipimpin oleh Wakil Presiden Nelson Rockefeller menyelidiki proyek tersebut. Mereka menemukan bahwa lebih dari lebih dari dua dekade, CIA menghabiskan hampir $ 20 juta, meminta survey dari peneliti di lebih dari 30 universitas dan melakukan percobaan pada subyek secara diam-diam. Beberapa percobaan dilakukan di Kanada. 

Beberapa sejarawan berpendapat bahwa tujuan dari program ini adalah untuk menciptakan sebuah sistem pengendalian pikiran dimana CIA bisa memprogram orang untuk melakukan pembunuhan. Karena sebagian besar catatan MKULTRA sengaja dihancurkan pada tahun 1973 atas perintah direktur CIA Richard Helms, maka sudah sulit, jika bukan tidak mungkin, bagi para penyidik ​​untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap dari proyek super rahasia ini. Proyek ini dimulai selama periode apa yang digambarkan sebagai " paranoia " di CIA, ketika Amerika telah kehilangan monopoli nuklirnya, dan takut komunisme yang saat itu sedang pada puncaknya. 

Satu dokumen MKULTRA memberikan indikasi, ruang lingkup proyek, dan berbagai macam zat yang dikembangkan untuk mengubah pikiran : 
  • Zat yang meningkatkan efisiensi pemikiran dan persepsi. 
  • Bahan yang akan menyebabkan korban lebih cepat tua atau sebaliknya, lambat dalam kedewasaan. 
  • Bahan yang akan memicu efek memabukkan dari alkohol. 
  • Bahan yang akan menghasilkan tanda-tanda dan gejala penyakit sehingga mereka dapat digunakan untuk berpura-pura sakit, dll 
  • Bahan yang akan menyebabkan kerusakan otak sementara / permanen dan kehilangan memori. 
  • Zat yang akan meningkatkan kemampuan individu untuk menahan penderitaan, penyiksaan dan pemaksaan selama interogasi atau yang disebut sebagai " cuci otak ". 
  • Bahan dan metode fisik yang akan menghasilkan amnesia untuk peristiwa sebelum dan selama penggunaannya. 
  • Metode fisik memproduksi shock dan kebingungan. 
  • Zat yang menghasilkan cacat fisik seperti kelumpuhan kaki, anemia akut, dll 
  • Zat yang akan menghasilkan zat kimia yang dapat menyebabkan lecet. 
  • Zat yang mengubah struktur kepribadian sedemikian rupa sehingga menjadi sangat tergantung pada orang lain. Bahan yang akan menyebabkan kebingungan mental. 
  • Zat yang akan menurunkan ambisi dan efisiensi kerja pria bila diberikan dalam jumlah yang tidak terdeteksi. 
  • Zat yang mengakibatkan kelemahan atau distorsi penglihatan atau pendengaran. 
  • Pil KO yang dapat diam-diam diberikan dalam minuman, makanan, rokok, sebagai aerosol, dll, yang akan membuat amnesia. 
  • Bahan yang dapat membuat seseorang tidak mungkin bisa melakukan aktivitas fisik. 

Dari semua bahan kimia tersebut, LSD adalah yang paling banyak digunakan. CIA ingin tahu apakah LSD bisa mendistorsi realitas seseorang, dan mereka merasa terdorong untuk mengetahui apakah itu bisa mengubah loyalitas dasar seseorang. CIA ingin tahu apakah mereka bisa membuat mata-mata Rusia melawan keinginan mereka dan apakah Rusia bisa melakukan hal yang sama untuk mata-mata mereka sendiri. LSD juga diberikan untuk pasien sakit jiwa , tahanan, pecandu narkoba dan pelacur, " orang-orang yang tidak bisa melawan ". Dalam satu kasus LSD diberikan kepada seorang pasien sakit jiwa di Kentucky selama 174 hari. LSD juga diberikan kepada karyawan CIA, personil militer, dokter, agen pemerintah, dan anggota masyarakat umum untuk mempelajari reaksi mereka, dan semuanya itu diberikan secara diam-diam. Tujuannya adalah untuk menemukan apakah LSD dapat membuat orang mengaku atau menghapus bersih seluruh pikiran subjek dan lalu memprogram ulang manusia-manusia 'kelinci percobaan' itu sebagai " agen robot ". 

Dalam Operasi Midnight Climax, CIA juga menyiapkan beberapa rumah bordil di San Francisco. Orang-orang itu diberi LSD, rumah bordil itu dilengkapi dengan cermin satu -arah dan direkam untuk diamati dan dipelajari. Dalam percobaan lain orang diberi LSD secara diam-diam, mereka diinterogasi di bawah lampu terang dan seorang dokter membuat catatannya. Subyek diberitahu bahwa wisata sex mereka akan diperpanjang tanpa batas waktu jika mereka menolak untuk mengungkapkan rahasia mereka. Orang-orang yang diinterogasi dengan cara ini adalah karyawan CIA , personil militer AS, dan agen yang dicurigai bekerja untuk pihak lain dalam Perang Dingin. Dalam jangka panjang, Subyek semakin lemah dan beberapa mati. Pecandu heroin disuap dengan LSD untuk mendapat lebih banyak heroin.            

Kantor Keamanan menggunakan LSD dalam interogasi, tapi Dr Sidney Gottlieb, ahli kimia yang memimpin MKULTRA, punya ide lain : ia pikir itu bisa digunakan dalam operasi rahasia. Karena efeknya bersifat sementara, ia percaya hal itu bisa diberikan kepada para pejabat tinggi dan dengan cara ini mempengaruhi jalannya pertemuan penting, pidato dll. Karena ia menyadari ada perbedaan dalam pengujian obat di laboratorium dan menggunakannya dalam operasi rahasia, ia memulai serangkaian percobaan di mana LSD diberikan kepada orang-orang dengan pemberitahuan. Pada awalnya, semua orang di Layanan Teknis mencobanya ; percobaan ini melibatkan dua orang di sebuah ruangan di mana mereka saling mengamati satu sama lain selama berjam-jam dan mencatatnya.                                         

Eksperimen lainnya, orang luar dibius tanpa penjelasan apapun dan eksperimen seperti ini menjadi risiko pekerjaan bagi agen CIA. Efek samping yang yang sering terjadi, misalnya seorang agen yang telah menerima obat dalam kopi pagi, menjadi psikotik dan berlari melintasi Washington, melihat raksasa di depan setiap mobil yang melewatinya. Insiden seperti itu menegaskan kembali bahwa LSD adalah senjata berbahaya tapi itu justru membuat mereka lebih antusias. Percobaan berlanjut bahkan setelah Dr Frank Olson, depresi berat dan jatuh dari jendela lantai 13 ( tidak jelas apakah ia bunuh diri atau dibunuh sebelum dilemparkan keluar dari jendela ). 

Referensi :
[1]. http://achmad-rais.blogspot.co.id/2012/02/mk-ultra-apa-itu.html
[2]. https://dichiya.wordpress.com/2006/07/08/mk-ultra-project-dan-halusinogen/
[3]. http://berbagiyangbaik.blogspot.co.id/2014/05/inilah-kejahatan-amerika-project-mk.html
[4]. wikipedia.org
[5]. https://www.princeton.edu/~achaney/tmve/wiki100k/docs/Project_MKULTRA.html 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.