Warp Drive Pesawat Ruang Angkasa Perusak Alam Semesta?


Kendaraan-kendaraan tercepat dan pesawat ruang angkasa buatan manusia yang telah diluncurkan sejauh ini, masih akan memerlukan waktu ribuan tahun untuk mencapai bintang terdekat. Sedangkan umur manusia rata-rata kurang dari 100 tahun. Oleh karena itu, kecepatan sekitar 75 kali lebih cepat dari kendaraan tercepat saat ini akan diperlukan jika kita berharap untuk mengadakan perjalanan antar-bintang dalam waktu kurang dari seratus tahun.

Untuk memahami kesulitan perjalanan antar bintang, kita harus memahami jarak yang luar biasa besar yang terlibat. Bintang terdekat jaraknya sekitar 266.000 kali lebih jauh dari matahari kita. Dan perhatikan kecepatan cahaya. Cahaya, hal tercepat yang diketahui, hanya membutuhkan waktu 8 menit untuk melakukan perjalanan dari matahari ke bumi, tetapi membutuhkan lebih dari empat tahun untuk sampai ke bintang terdekat.





Warp Drive adalah istilah bagi sebuah sistem propulsi teoritis untuk mencapai kecepatan yang Lebih Cepat Dari Cahaya (LCDC) - konsep ini dipopulerkan di televisi oleh film Star Trek (tentu di film ini tidak se-ilmiah yang diteorikan para ilmuwan).

Sebuah warp drive akan memanipulasi ruang-waktu itu sendiri untuk memindahkan pesawat luar angkasa, mengambil keuntungan dari celah dalam hukum fisika yang mencegah apa pun bergerak lebih cepat dari cahaya. Sebuah konsep untuk warp drive di kehidupan nyata dikemukakan pada tahun 1994 oleh fisikawan Meksiko Miguel Alcubierre, namun, perhitungan selanjutnya menemukan bahwa alat tersebut akan membutuhkan jumlah energi yang sangat-sangat besar.




Sekarang para fisikawan mengatakan bahwa penyesuaian (adjusment) dapat dilakukan untuk warp drive yang diusulkan Miguel Alcubierre, yang memungkinkan alat ini beroperasi dengan energi yang jauh lebih sedikit. Adjustment ini membawa ide warp drive kembali dari ranah fiksi ilmiah ke dalam ranah ilmu pengetahuan.

Melengkungkan Ruang-Waktu
Sebuah warp drive Alcubierre akan melibatkan pesawat/kapal ruang angkasa selebar lapangan sepakbola yang melekat pada sebuah cincin besar yang mengelilinginya. Cincin ini, berpotensi terbuat dari materi eksotis, akan menyebabkan ruang-waktu melengkung di sekitar pesawat luar angkasa, menciptakan daerah ruang di depannya berkontraksi sehingga membuat pesawat mendekat ke tujuan dan ruang yang ada dibelakangnya mengembang, membuat pesawat menjauh dari tempat asal. Sedangkan kapal luar angkasa itu sendiri akan berada di dalam gelembung ruang-waktu datar (flat space-time) yang tidak melengkung sama sekali. Semua yang ada didalam ruang, dibatasi oleh kecepatan cahaya, tetapi hal yang menakjubkan mengenai ruang-waktu adalah: struktur ruang, tidak dibatasi oleh kecepatan cahaya.




Dengan konsep ini, pesawat ruang angkasa akan mampu mencapai kecepatan efektif sekitar 10 kali kecepatan cahaya, semua tanpa melanggar batas kecepatan kosmik. Satu-satunya masalah adalah, penelitian sebelumnya memperkirakan bahwa warp drive akan membutuhkan jumlah minimum energi hampir sama dengan massa-energi planet Jupiter.

Namun baru-baru ini ilmuwan NASA mengusulkan untuk mengganti cincin datar yang mengelilingi pesawat dengan bentuk yang mirip sebuah donat bulat. Penggantian/penyesuaian ini membuat Alcubierre warp drive bisa didukung oleh massa seukuran pesawat ruang angkasa seperti Voyager 1 yang diluncurkan pada tahun 1977. Selanjutnya, jika intensitas kelengkungan ruang dapat diosilasikan dari waktu ke waktu, energi yang dibutuhkan akan terus berkurang. Para ilmuwan NASA berusaha menguji teori ini di Johnson Space Center, yang pada dasarnya mereka menciptakan interferometer laser yang menginstigasi versi mikro dari kelengkungan ruang-waktu.




Apakah warp drive Alcubierre akan menjadi senjata penghancur alam semesta?

Beberapa ilmuwan memutuskan untuk mempertimbangkan apa yang akan terjadi pada partikel dan radiasi saat pesawat ruang angkasa bepergian dalam gelembung yang diciptakan oleh warp drive Alcubierre. Atau artinya mereka memperhitungkan tentang bagaimana gelembung berkecepatan tinggi ini akan berinteraksi dengan partikel materi dan cahaya.

Sebuah kajian yang mendalam telah menunjukkan bahwa ketika pesawat ruang angkasa ini melambat saat tiba di tempat tujuan, ia akan melepaskan partikel energi tinggi yang akan menghancurkan apapun yang ada didekat tempat pendaratan pesawat ruang angkasa.

Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa partikel yang kontak dengan gelembung warp bisa terjebak dan terkumpul di depan gelembung pesawat ruang angkasa, dan beberapa partikel bahkan masuk ke gelembung warp.




Ketika pesawat ruang angkasa mengurangi kecepatannya untuk berhenti di tempat tujuan, partikel yang terkumpulkan pada bagian depan gelembung pesawat ruang angkasa akan lepas dengan energi tinggi dan akan menghancurkan apa saja yang kontak dengannya. Juga, selama perjalanan, partikel yang masuk dalam gelembung bisa mengancam keselamatan orang yang berada dalam pesawat ruang angkasa. Menariknya, energi ledakan yang dilepaskan setelah tiba di tempat tujuan tidak memiliki batas atas. Semakin jauh jarak yang ditempuh, maka akan semakin besar energi yang akan dilepaskan nantinya - salah satu efek aneh dari Relativitas Umum. Bahkan untuk perjalanan yang sangat pendek, energi yang dilepaskan sudah sedemikian besar hingga akan melenyapkan apapun yang ada didepan pesawat saat melambat.

Tampaknya, eksplorasi alam semesta oleh manusia harus menunggu sampai para ilmuwan berhasil menemukan cara untuk menghindari perlambatan yang merusak dari pesawat ruang angkasa dalam sebuah gelembung warp drive Alcubierre.

1 komentar:

  1. Ehm..dari pada susah2 mikir cara melakukan perjalanan antar bintang pada ruang dimensi 3, kenapa para ilmuwan nggak mempertimbangkan utk lewat dimensi 4 saja untuk mempersempit jarak dimensi 3...mungkin itu lebih mudah dan ndak merusak...hanya gagasan saja lho..hehehehe

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.